KERIKIL TAJAM CHAIRIL ANWAR PDF

Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai bupati Indragiri, Riau. Saat usianya mencapai 18 tahun, dia tidak lagi bersekolah. Slaurhoff , dan Edgar du Perron. Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Author:Meran Tygoktilar
Country:Mayotte
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):11 April 2013
Pages:20
PDF File Size:15.90 Mb
ePub File Size:17.8 Mb
ISBN:653-9-25797-617-3
Downloads:99095
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozshugami



Khususnya, bagi generasi yang hidup di era kemerdekaan. Karena, pada generasi ini, tentu tidak pernah hidup dan mengalami secara nyata apa yang terjadi di era awal kemerdekaan Indonesia. Beberapa makna puisi Aku, di antaranya adalah : Wujud kesetiaan dan keteguhan hati atas pilihan kebenaran yang diyakininya.

Termasuk resiko untuk kehilangan nyawa atau terluka karena senjata musuh. Inilah yang digelorakan oleh Chairil Anwar, yang tersurat pada bait ketiga puisi tersebut. Semangat yang tak pernah padam. Hal tersebut adalah cermin dan betapa semangat Chairil Anwar untuk berjuang, tidak ingin dibatasi oleh waktu B.

Pemilihan Kata Diksi Untuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya. Rasa Rasa adalah sikap penyeir terhadap pokok permasalahan yang terdapat pada puisinya. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi.

Bahkan jika ia terluka, akan di bawa lari sehingga perih lukanya itu hilang. Ia memandang bahwa dengan luka itu, ia akan lebih jalang, lebih dinamis, lebih vital, lebih bergairah hidup. Sebab itu ia malahan ingin hidup seribu tahun lagi. Uraian di atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang lahir dari ekspresi jiwa penyair. Nada dan Suasana a. Nada Dalam puisi tersebut penulis menggambarkan nada-nada yang berwibawa, tegas, lugas dan jelas dalam penyampaian puisi ini, karena banyak bait-bait puisi tersebut menggandung kata perjuangan.

Dan menggunanakan nada yang syahdu di bait yang terkesan sedikit sedih. Suasana Suasana yang terdapat dalam puisi tersebut adalah suasana yang penuh perjuangan, optimis dan kekuatan emosi yang cukup tinggi tetapi ada beberapa suasana yang berubah menjadi sedih karena dalam puisi tersebut menceritakan ada beberapa orang yang tak mengaangap perjuangannya si tokoh.

Amanat Amanat adalah hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisinya. Amanat berhubungan dengan makna karya sastra. Makna bersifat kias, subjektif, dan umum. Makna berhubungan dengan individu, konsep seseorang dan situasi tempatpenyair mengimajinasikan puisinya.

Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannya saja. Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya. Mulai muncul di dunia kesenian pada zaman Jepang. Dilihat dari esai-esai dan sajak-sajaknya terlihat bahwa ia seorang yang individualis yang bebas dan berani dalam menentang lembaga sensor jepang.

Chairil pun seorang yang mencintai tanah air dan bangsanya, hal ini tampak pada sajak-sajaknya: Diponegoro, Karawang-Bekasi, Persetujuan dengan Bung Karno, dll. Hal ini karena sajaknya terkesan membangkang terhadap pemerintahan Jepang. Sajak AKU ini ditulis pada tahun , di saat jaman pendudukan Jepang.

Kondisi masyarakat pada waktu itu sangat miskin dan menderita. Bangsa Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang, tanpa mampu berbuat banyak untuk kemerdekannya. Kerja paksa marak terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi budak di negaranya sendiri. Chairil Anwar mulai banyak dikenal oleh masyarakat dari puisinya yang paling terkenal berjudul Semangat yang kemudian berubah judul menjadi Aku. Puisi yang ia tulis pada bulan Maret tahun ini banyak menyita perhatian masyarakat dalam dunia sastra.

Dengan bahasa yang lugas, Chairil berani memunculkan suatu karya yang belum pernah ada sebelumnya. Pada saat itu, puisi tersebut mendapat banyak kecaman dari publik karena dianggap tidak sesuai sebagaimana puisi-puisi lain pada zaman itu Puisi yang sebelumnya berjudul Semangat ini terdapat dua versi yang berbeda.

Terdapat sedikit perubahan lirik pada puisi tersebut. Kedua versi tersebut terdapat pada kumpulan sajak Chairil yang berbeda, yaitu versi Deru Campur Debu, dan Kerikil Tajam.

Keduanya adalah nama kumpulan Chairil sendiri, dibuat pada bulan dan tahun yang sama. Mungkin Chairil perlu uang, maka sajaknya itu dimuat dua kali, agar dapat dua honor Aidit Secara makna, puisi Aku tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk dimaknai, bukan berarti dengan kata-kata tersebut lantas menurunkan kualitas dari puisi ini.

Sesuai dengan judul sebelumnya, puisi tersebut menggambarkan tentang semangat dan tak mau mengalah, seperti Chairil sendiri. Pada lirik pertama, chairil berbicara masalah waktu seperti pada kutipan 1. Kalau sampai waktuku Waktu yang dimaksud dalam kutipan 1 adalah sampaian dari waktu atau sebuah tujuan yang dibatasi oleh waktu. Chairil adalah penyair yang sedang dalam pencarian bahasa ucap yang mampu memenuhi luapan ekspresinya sesuai dengan yang diinginkannya, tanpa harus memperdulikan bahasa ucap dari penyair lain saat itu.

Jadi, Charil berandai-andai tentang suatu masa saat ia sampai pada apa yang ia cari selama ini, yaitu penemuan bahasa ucap yang berbeda dengan ditandai keluarnya puisi tersebut. Ia tahu bahwa dengan menuliskan puisi Aku ini akan memunculkan banyak protes dari berbagai kalangan, terutama dari kalangan penyair.

Memang dasar sifat Chairil, ia tak menanggapi pembicaraan orang tentang karyanya ini, karena memang inilah yang dicarinya selama ini. Bahkan ketidakpeduliannya itu lebih dipertegas pada lirik selanjutnya pada kutipan 3. Tidak juga kau Kau yang dimaksud dalam kutipan 3 adalah pembaca atau penyimak dari puisi ini. Ini menunjukkan betapa tidak pedulinya Chairil dengan semua orang yang pernah mendengar atau pun membaca puisi tersebut, entah itu baik, atau pun buruk.

Berbicara tentang baik dan buruk, bait selanjutnya akan berbicara tentang nilai baik atau buruk dan masih tentang ketidakpedulian Chairil atas keduanya. Tidak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Zaini, salah seorang Sahabat Chairil pernah bercerita, bahwa ia pernah mencuri baju Chairil dan menjualnnya.

Ini menunjukkan suatu sikap hidup Chairil yang tidak mempersoalkan baik-buruknya suatu perbuatan, baik itu dari segi ketetetapan masyarakat, maupun agama. Menurut Chairil, yang perlu diperhatikan justru lemah atau kuatnya orang. Lebih tepatnya adalah binatang liar.

Biar peluru menembus kulitku Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Peluru tak akan pernah lepas dari pelatuknya, yaitu pistol. Sebuah pistol seringkali digunakan untuk melukai sesuatu. Selain itu, lirik ini juga menunjukkan sikap Chairil yang tak mau mengalah. Semua cacian dan berbagai pembicaraan tentang baik atau buruk yang tidak ia pedulikan dari sajak tersebut juga akan hilang, seperti yang ia tuliskan pada lirik selanjutnya.

Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Inilah yang menegaskan watak dari penyair atau pun dari puisi ini, suatu ketidakpedulian. Pada kutipan 6 , bait ini seolah menjadi penutup dari puisi tersebut. Sebagaimana sebuah karya tulis, penutup terdiri atas kesimpulan dan harapan. Chairil berharap bahwa ia masih hidup seribu tahun lagi agar ia tetap bisa mencari-cari apa yang diinginkannya.

AMAR FASHI CHAI BANGLA PDF

List of works by Chairil Anwar

Khususnya, bagi generasi yang hidup di era kemerdekaan. Karena, pada generasi ini, tentu tidak pernah hidup dan mengalami secara nyata apa yang terjadi di era awal kemerdekaan Indonesia. Beberapa makna puisi Aku, di antaranya adalah : Wujud kesetiaan dan keteguhan hati atas pilihan kebenaran yang diyakininya. Termasuk resiko untuk kehilangan nyawa atau terluka karena senjata musuh. Inilah yang digelorakan oleh Chairil Anwar, yang tersurat pada bait ketiga puisi tersebut.

ARTERIOSCLEROSIS OBLITERANTE PDF

Mengenal Chairil Anwar - Hari ke 81

Walaupun kedua kumpulan ini terbit dalam tahun yang sama, yaitu tahun Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus pertama kali diterbitkan oleh Pustaka Rakyat yang selanjutnya diterbitkan oleh PT Dian Rakyat hingga mengalami cetak ulang sampai sebelas kali Sajak-sajak yang ada dalam kumpulan ini sebelumnya sudah pernah dimuat di beberapa meia dan juga ada beberapa sajak yang untuk pertama kali diperkenalkan lewat pembacaan sajak yang dilakukan oleh penyairnya sendiri. Bagian pertama sajak ini, yaitu Kerikil Tajam memuat sajak-sajak yang ditulis dalam tahun —, sedangkan sajak-sajak yang terkumpul dalam bagian kedua semuanya ditulis pada tahun —, kecuali satu yang terlahir tahun , yaitu sajak "Malam". Sajak-sajak Chairil diumumkan di majalah dan dalam dua kumpulan.

FREGE BEGRIFFSSCHRIFT PDF

Chairil Anwar

Shelves: antologi-cerpen-puisi Saya membaca buku yang diberi pengantar oleh Toto Sugiharto, yang mana membuat saya makin mengapresiasi karya Chairil Anwar. Ya, meskipun saya jadi tahu bahwa beberapa puisi Chairil adalah curian dan ini tampak sekali sebenarnya , namun saya tetap terpana, sebab Chairil memasukkannya pada dimensi Indonesia kala itu. Puisi "Krawang-Bekasi" membuat saya merinding meski itu sebenarnya saduran, namun Chairil menaruhnya dalam konteks perjuangan kemerdekaan yang sangat mencekam sehingga menciptakan Saya membaca buku yang diberi pengantar oleh Toto Sugiharto, yang mana membuat saya makin mengapresiasi karya Chairil Anwar. Puisi "Krawang-Bekasi" membuat saya merinding meski itu sebenarnya saduran, namun Chairil menaruhnya dalam konteks perjuangan kemerdekaan yang sangat mencekam sehingga menciptakan nuansa yang horror tapi juga sunyi. Ah seperti kata Chairil sendiri,"nasib adalah kesunyian masing-masing".

Related Articles