ETIKA PARIWARA INDONESIA PDF

Periklanan modern memang usianya baru puluhan tahun, tapi saya percaya bahwa periklanan telah hadir sejak manusia melakukan transaksi jual-beli, sejak kompetisi para pedagang ada. Suka atau tidak suka, iklan pulalah yang menjadi salah satu pilar bisnis media, baik media cetak maupun media elektronik. Media menjadi tempat bertemunya dua jurusan pada ilmu komunikasi, karena di media kita bisa menemukan karya jurnalistik dan juga karya iklan. EPI Amandemen merupakan salah satu usaha menjawab industri periklanan yang berkembang dinamis dan begitu pesat serta telah masuk dalam ranah digital.

Author:Shakaran Nekinos
Country:El Salvador
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):5 July 2016
Pages:301
PDF File Size:9.26 Mb
ePub File Size:7.22 Mb
ISBN:563-8-98194-688-7
Downloads:43258
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nijora



Tayangan-tayangan pada sinema elektronik seperti pada media televisi sangat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat, baik dalam hal psikologis maupun perubahan perilaku. Sebuah kreatifitas memang sulit untuk dibatasi, karena untuk mendapatkan suatu karya yang baik dari sebuah kreativitas dibutuhkan sebuah ide yang cemerlang. Sebuah ide yang cemerlang biasanya datang dari suatu pemikiran atau fantasi atau mimpi yang diluar batas Out of The Box.

Dewasa ini, dalam mengembangkan suatu kreatifitas dalam suatu bidang, haruslah sesuai dengan nilai dan norma dalam suatu bidang pada khalayak umum tersebut. Di Indonesia , sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika pada setiap perilaku kehidupan sehari-hari. Dalam hal beriklan pun, para pelaku iklan juga harus mematuhi apa saja yang telah diatur dalam UU Penyiaran atau UU Pariwara Indonesia yang telah diatur agar sejalan dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat.

Etika Pariwara Indonesia EPI merupakan pedoman dalam periklanan di Indonesia, yang mempunyai konten berupa konten-konten normatif mengenai tata krama dan tata cara, menyangkut profesi dan usaha periklanan yang telah disepakati untuk dihormati, ditaati, dan ditegakkan oleh semua asosiasi dan lembaga pengembannya.

Salah satu fenomena yang menjadi salah satu fokus EPI adalah menutup ruang gerak bagi eksploitasi dan pemanfaatan pornografi dalam periklanan. Terdapat tiga pasal UU yang mengatur tentang penyiaran dan pariwara, diantaranya : 1.

Hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama; dan atau E. Eksploitasi anak dibawah usia 18 tahun. Pada Pasal 46 ayat 6, berbunyi : 6 Siaran iklan niaga yang disiarkan pada mata acara anak-anak wajib mengikuti standar siaran untuk anak-anak. Seperti yang sudah dikaji pada pedoman EPI pasal 1 poin 26 tentang Pornografi dan Pornoaksi, yang berbunyi : Iklan tidak boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dengan cara apapun, dan untuk tujuan atau alasan apapun.

Pasal tersebut terkait dengan pedoman EPI pasal 1 poin 27 tentang Khalayak Anak-anak, berbunyi: Ayat 1 Iklan yang ditujukan kepada khalayak anak-anak tidak boleh menampilkan hal-hal yang dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani mereka, memanfaatkan kemudahpercayaan, dan kekurangpengalaman, atau kepolosan mereka. Isu pornografi dan pornoaksi menjadi masalah yang serius di setiap negara, baik negara maju maupun berkembang. Karena pornografi dan pornoaksi dapat memberikan efek samping yang sangat merusak bagi pikiran dan moral seseorang.

Hal yang sangat ditakutkan apabila pedoman EPI tidak mengkaji mengenai pornografi dan pornografi atau konten yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak secara jelas, bisa dibayangkan bagaimana dampak buruk yang akan terjadi terutama bagi anak-anak bangsa ini. Bagi para pelaku iklan yang dalam eksekusi iklan melakukan pelanggaran dari aturan yang diatur dalam pedoman EPI.

Walaupun dalam praktiknya, masih ada saja iklan-iklan dari merek tertentu yang melakukan pelanggaran-pelanggaran, baik berat maupun ringan. Terakhir, semoga industri periklanan di Indonesia dapat turut serta sebagai agen sosial pembentukan moralitas bagi para penerus bangsa di masa depan.

AS VANTAGENS DE SER INVISIVEL PDF

Etika Pariwara Indonesia : Mengawasi Bukan Membatasi

Tayangan-tayangan pada sinema elektronik seperti pada media televisi sangat memberikan pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat, baik dalam hal psikologis maupun perubahan perilaku. Sebuah kreatifitas memang sulit untuk dibatasi, karena untuk mendapatkan suatu karya yang baik dari sebuah kreativitas dibutuhkan sebuah ide yang cemerlang. Sebuah ide yang cemerlang biasanya datang dari suatu pemikiran atau fantasi atau mimpi yang diluar batas Out of The Box. Dewasa ini, dalam mengembangkan suatu kreatifitas dalam suatu bidang, haruslah sesuai dengan nilai dan norma dalam suatu bidang pada khalayak umum tersebut. Di Indonesia , sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika pada setiap perilaku kehidupan sehari-hari.

COVADIS MANUEL PDF

Etika Pariwara Indonesia: "The Long and Winding Road"

Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan masyarakat,penjualan, dan promosi penjualan. Pengertian Etika Periklanan Sedangkan etika periklanan adalah ukuran kewajaran nilai dan kejujuran didalam sebuah iklan. Menurut Persatuan Perusahaan Periklanan Indoneasia P3I , etika periklanan adalah seperangkat norma dan padan yang mesti dikuti oleh para politis periklanan dalam mengemas dan menyebarluaskan pesan iklan kepada khalayak ramai baik melalui media massa maupn media ruang. Menurut EPI Etika Pariwara Indonesia , etika periklanan adalah ketentuan-ketentuan normatif yang menyangkut profesi dan usaha periklanan yang telah disepakati untuk dihornati, ditaai, dan ditegakkan oleh semua asosiasi dan lembaga pengembangannya. Isi Iklan — Hak Cipta Penggunaan, penyebaran, penggandaan, penyiaran atau pemanfaatan lain materi atau bagian dari materi periklanan yang bukan milik sendiri, harus atas ijin tertulis dari pemilik atau pemegang merek yang sah. Contoh kasus iklan Telkomsel dam XL Salah satu contoh problem etika bisnis yang marak pada tahun kemarin adalah perang provider celullar antara XL dan Telkomsel.

Related Articles