ANATOMI BATANG MONOKOTIL DAN DIKOTIL PDF

Stele Silinder Pusat Bagian-bagian batang tumbuhan dikotil memiliki persamaan dengan bagian-bagian yang terdapat pada akarnya. Namun demikian, terdapat juga perbedaan di antara keduanya. Perbedaan ini terlihat dari bentuk morfologi antara batang dan akar. Pada batang terdapat ruas dan daun, sedangkan pada akar tidak terdapat ruas dan daun. Sebaliknya, pada akar terdapat bulu dan tudung akar, sedangkan pada daun tidak terdapat bulu dan tudung akar. Namun, keduanya secara morfologi memiliki persamaan, yaitu keduanya memiliki percabangan.

Author:Shakalrajas Meztikasa
Country:Armenia
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):22 May 2018
Pages:46
PDF File Size:6.29 Mb
ePub File Size:5.82 Mb
ISBN:713-2-59946-310-9
Downloads:37395
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Febei



Stele Silinder Pusat Bagian-bagian batang tumbuhan dikotil memiliki persamaan dengan bagian-bagian yang terdapat pada akarnya. Namun demikian, terdapat juga perbedaan di antara keduanya. Perbedaan ini terlihat dari bentuk morfologi antara batang dan akar. Pada batang terdapat ruas dan daun, sedangkan pada akar tidak terdapat ruas dan daun.

Sebaliknya, pada akar terdapat bulu dan tudung akar, sedangkan pada daun tidak terdapat bulu dan tudung akar. Namun, keduanya secara morfologi memiliki persamaan, yaitu keduanya memiliki percabangan. Bentuk morfologi batang dikotil dan kuncup-kuncup samping. Pada percabangan batang sering kali terdapat kuncup-kuncup yang terletak di bagian samping batang. Kuncup-kuncup ini nantinya merupakan unsur pembentuk cabang. Batang pada tumbuhan angiospermae terbagi menjadi tiga jenis.

Ketiga jenis batang ini menjadi dasar untuk mengklasifikasikan tumbuhan tersebut. Ketiga jenis batang itu, yaitu kalmus tipe batang pada tumbuhan rumput , herbaseus tipe batang yang berair , dan tipe batang yang berkayu. Tipe batang herbaseus berbeda dari batang yang berkayu dalam hal tidak adanya gelang-gelang xilem. Batang herbaseus hanya diperkuat oleh kelompok sel sklerenkim di antara floem dan korteksnya, sedangkan batang berkayu karena memiliki gelanggelang xilem, batangnya bersifat lebih kuat dan tegar.

Lain halnya dengan batang kalmus yang memiliki rongga sehingga keadaannya lebih lemah jika dibandingkan dengan batang tipe herbaseus. Batang merupakan organ tumbuhan yang selalu mengalami pertumbuhan memanjang. Hal ini disebabkan pada bagian ujung batang terdapat titik tumbuh atau jaringan meristem batang. Untuk menjelaskan proses pertumbuhan pada batang terdapat dua teori, yaitu teori histogen dari Hanstein, dan teori tunika korpus dari Schmidt.

Teori Histogen Menurut teori ini, pada batang terdapat tiga lapisan titik tumbuh, yaitu titik tumbuh pada lapisan luar yang membentuk epidermis disebut dermatogen, titik tumbuh pada lapisan tengah untuk membentuk korteks, yang disebut periblem, dan titik tumbuh bagian dalam untuk membentuk stele disebut plerom.

Teori Tunika Korpus Berbeda dengan teori histogen, teori tunika korpus menyatakan bahwa titik pertumbuhan pada tumbuhan terbagi menjadi dua lapisan, yaitu titik tumbuh lapisan pinggir dan titik tumbuh lapisan dalam. Pada bagian pinggir menurut teori ini terdiri dari sel-sel yang aktif melakukan pembelahan yang menyebabkan adanya perluasan pada bagian titik tumbuh.

Sel-sel ini disebut tunika. Di bagian dalam terdapat sel-sel yang aktif membelah ke segala arah dan melakukan proses diferensiasi. Sel-sel ini disebut korpus yang letaknya selalu berada di sebelah dalam tunika.

Berdasarkan sifat pertumbuhannya, percabangan pada batang dan akar dibedakan menjadi pertumbuhan eksogen dan endogen. Pertumbuhan eksogen, yaitu pertumbuhan calon cabang batang yang muncul di antara bakal daun di bagian bawah titik tumbuh, sedangkan pertumbuhan endogen terjadi pertumbuhan calon cabang akar yang tumbuh akibat adanya aktivitas perisikel atau perikambium. Secara anatomi, struktur akar dan batang tidak terlalu jauh berbeda. Perbedaan keduanya hanya dalam hal ada tidaknya endodermis.

Pada akar terdapat lapisan endodermis, sedangkan pada batang tidak terdapat lapisan endodermis. Susunan lapisan batang dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, dan stele silinder pusat. Perhatikanlah Gambar Penampang melintang batang dikotil dan monokotil. Gambar 2. Epidermis Sama halnya dengan yang terdapat pada akar, lapisan epidermis batang terbentuk oleh satu lapisan sel yang susunannya rapat dan tidak memiliki ruang antarsel.

Pada dinding sel sebelah luar terdapat lapisan kutikula yang berguna untuk melindungi batang dari kekeringan. Pada jaringan tumbuhan yang telah tua, terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer. Pada kambium gabus terdapat celah yang disebut lentisel, sebagai tempat terjadinya aktivitas pertukaran gas. Epidermis batang dapat membentuk turunan derivat , antara lain dapat menjadi sel silika dan sel gabus.

Peristiwa ini banyak terjadi pada epidermis batang tebu. Korteks Lapisan korteks pada batang tersusun oleh sel-sel parenkim yang keadaan dindingnya tipis. Sel-sel parenkim pada korteks batang tidak beraturan sehingga mengakibatkan banyak ruang di antara sel-selnya. Selain sel parenkim, korteks juga mengandung kolenkim dan sklerenkim. Kedua sel ini berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Sel-sel yang terdapat di bagian dalam korteks mengandung amilum.

Sel-sel ini disebut sarung tepung floeoterma. Stele Silinder Pusat Silinder pusat batang terdapat di bagian dalam korteks. Di bagian terluarnya terdapat lapisan yang disebut perisikel. Silinder pusat ini mengandung sel-sel parenkim dan berkas-berkas pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem.

Berdasarkan letak xilem dan floem pada batang, berkas pembuluh angkut dibedakan menjadi lima tipe, yaitu kolateral terbuka, kolateral tertutup, bikolateral, ampivasal, dan ampikribal. Berkas pembuluh angkut disebut kolateral terbuka, apabila letak floem berada di sebelah luar xilem dan di antara xilem dan floemnya terdapat lapisan kambium. Berkas pembuluh angkut seperti ini banyak terdapat pada kebanyakan tumbuhan dikotil Gambar 2.

Berkas pembuluh kolateral tertutup, yaitu floem terletak di sebelah luar xilem, tetapi di antara xilem dan floem tidak terdapat lapisan kambium. Xilem dan floem diselubungi oleh lapisan sklerenkim. Tipe berkas pembuluh seperti ini terdapat pada kebanyakan tumbuhan monokotil Gambar 2. Pada tipe berkas pembuluh angkut yang disebut bikolateral lain lagi. Tipe berkas pembuluh angkutnya memiliki floem luar dan floem dalam serta memiliki xilem yang berada di antaranya.

Berkas pembuluh ini banyak dijumpai pada tumbuhan familia Solanaceae, Cucurbitaceae, dan Apocynaceae Gambar 2. Tipe berkas pembuluh ampivasal, yaitu tipe berkas pembuluh yang keadaan letak xilemnya mengelilingi floem.

Tipe ini banyak ditemukan pada tumbuhan Cordyline dan Acorus Gambar 2. Tipe kelima yaitu tipe berkas pembuluh ampikribal, memiliki floem yang mengelilingi xilem. Berkas pembuluh seperti ini banyak terdapat pada tumbuhan Pteridofita paku-pakuan Gambar 2. Susunan batang tumbuhan dikotil berbeda dengan tumbuhan monokotil dalam hal ada tidaknya jaringan meristem yang disebut kambium.

Pada tumbuhan dikotil di bagian tepi silinder pusat dibatasi oleh kambium, sedangkan di tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium. Aktivitas kambium, baik pada akar maupun batang memiliki persamaan, yaitu ke arah dalam membentuk kulit, sedangkan ke arah luar membentuk kayu.

Aktivitas kambium ke arah dalam jauh lebih banyak, akibatnya kayu yang dihasilkan lebih tebal. Aktivitas kambium sangat dipengaruhi oleh musim. Pada musim hujan aktivitas kambium memperlihatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, sedangkan pada musim kemarau lebih rendah. Akibat perbedaan pertumbuhan kambium ini, terbentuk cincin-cincin konsentris yang dikenal sebagai garis lingkaran tahun. Garis lingkaran tahun ini dapat dipakai untuk menentukan umur tumbuhan.

Akibat adanya perkembangan kambium, jaringan yang terdapat pada floem, korteks, dan epidermis mengalami kerusakan. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya kambium lain di bawah dermis yang disebut kambium gabus felogen. Sel-sel felogen dapat melakukan pembelahan ke arah luar maupun ke dalam. Ke arah luar felogen akan membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderma.

Pada bagian luar sel-sel gabus terdapat lubang sempit yang disebut lentisel. Lentisel berfungsi untuk proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

BLUEBACK BY TIM WINTON PDF

Struktur Batang Dikotil dan Monokotil – Persamaan dan Perbedaan

November 11, Tumbuhan tergolong sebagai makhluk hidup yang berada di muka bumi yang memiliki ciri ciri makhluk hidup yang berbeda sebab tumbuhan juga mampu bertumbuh dan bereproduksi. Tumbuhan memiliki keistimewaan, yaitu mampu memproduksi makanannya sendiri lewat peristiwa fotosintesis yang memanfaatkan energi matahari dan karbon dioksida. Sifat semacam ini dalam ilmu biologi disebut dengan istilah autotrof. Sifat ini membuat tumbuhan menjadi sumber pangan bagi makhluk hidup lainnya. Itulah kenapa tumbuhan disebut sebagai produsen dalam rantai makanan.

WELDING DEFECTS CAUSES AND REMEDIES PDF

Batang Tumbuhan, Bagian-Bagian Batang, Fungsi Batang, Anatomi Batang Dikotil dan Monokotil

Tumbuhan dikotil atau berkeping dua memiliki ciri yang paling menonjol dan membedakan dengan batang monokotil berkeping satu adalah batang dikotil memiliki kambium dan juga empulur. Sedangkan tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Disini kita akan membahas dengan detail tentang Struktur Batang Dikotil diantaranya: 1. Epidermis Pada batang, epidermis ini terdiri dari selapis sel yang tersusun secara rapat tanpa ruang sedikitpun antar selnya dan berkutikula. Sel yang menyusun jaringan epidermis ini selalu aktif membelah untuk mengimbangi pertumbuhan batang. Fungsi secara umumnya adalah sebagai lapisan pelindung dari ancaman infeksi patogen atau mekanik. Jaringan endodermis juga dapat melakukan modifikasi menjadi lenti sel yang merupakan pintu keluar masuk gas baik itu oksigen maupun karbondioksida.

Related Articles